Monday, October 29, 2012 0 comments

Sebatang Kenangan.

Senggurat jingga merekah di awan
Memburai indah di kelopak mata
Menguntai bahagia melalui pandang
Merekah senyum dalam keindahan

Kita berdiri di bawah pohon kenangan yang mulai merapuh
Menggenggam erat tangan yang mulai merenggang
Menatap senja yang terlihat kelam dari bola mata kita

Dalam diam, hati berontak ingin bersuara
Namun diam menjadi emas yang kita pilih

Dalam ragu, cinta terkikis oleh gamang
Membiaskan tiap jengkal rasa yang pernah terjaga
Aku menyebut cinta
Dan kamu menyebutnya sebagai rindu

Kini, dalam batas jarak, bahu kita tak lagi berpagutan
Cinta memudar termakan jarak yang menebal
Mengikis perlahan dalam diam.
Tak ada lagi wajahmu yang menari di hatiku
Yang memerah-jambukan dindingnya dengan warna cinta
Dan kini aku harus menyebutnya sebagai kenangan.
Saturday, October 20, 2012 1 comments

Jadi, apa sebenarnya?

Aku bingung,
Apa yang salah padaku?
Kenapa kau selalu saja memandangku sebelah mata?
Jika bahkan aku tau disekitarmu ada yang memiliki kebiasaan sama sepertiku, aku yakin milikku tidak lebih menarik dari orang lain.
Mungkin kau tidak pernah menengok padaku.
Bahkan untuk melirikku pun aku ragu kau pernah melakukannya padaku?
Apa yang salah padaku?
Aku menjijikan di matamu?
Apakah aku seperti sampah?
Atau kau yang tidak pernah memahami arti sebuah kehadiran dari seseorang?
Perasaanku atau hanya aku yang selalu mengagungkanmu?
Apa yang sulit dari menatap?
Jangankan menatap, mendengar pun kau tak pernah mau.
Entah apa yang ada dalam pikiranmu sehingga selalu membedakan, membandingkan
Memperlakukan dengan perlakuan yang beda.
Jika salah, koreksilah.
Jangan diam.
Karena aku tak pernah tahu salahku jika kau hanya diam.
Aku yang bodoh mengharapmu atau kau yang bodoh mengabaikanku?
 
;