Tuesday, November 29, 2011 0 comments

Fashion Of Today

 Gue suka sama stylenya!! 


 Gue suka sama sepatunya!! hahaha


 I like this dresscode!!


 Speechless ._.


 Yeah, i like it! ;)


 Awesome!!


 Suka aja :D


Hmm.. Kurang shrek sama celananya. Yeah, gak combine aja :D He.


Owkaaay bloggaah! Cukup sekian Fashion Of Today. ahaha See yap! :)
Friday, November 25, 2011 0 comments

Nafas Dari Yang Terbuang


Pernahkah kalian merasa berada di posisi "underdog" dalam kisah percintaan?

Menjadi yang terbawah dan (sering) di tinggalkan..
Menjadi yang kerap di kecewakan dan luput dari romansa..
Menjadi yang terbuang dan bahkan tidak di anggap..
Menjadi peralihan dari mereka yang sesungguhnya memuja pribadi lain..
Menjadi penampungan gelora dari nafsu yang tidak sensitif...
Menjadi putik yang terbuang dari kelopak yang di petik...
Menjadi bagian kecil dari pilihan bukan malah menjadi prioritas...
Menjadi hembusan angin dari kipas raksasa milik sang tuan puteri..
Menjadi yang selalu kalah.....

Sesungguhnya itu hanyalah pilu sesaat.. Ketika hati tersakiti, mengirim sinyal ke gelombang otak untuk mengeluarkan air mata..
Namun faktanya, kalian akan baik-baik saja..
Bongkahan perih pasti akan terobati..
Setiap luka akan berbuah makna...
Pintar-pintar membaca sinyal yang Tuhan berikan...
Percayalah, semua akan baik-baik saja..


Tuesday, November 22, 2011 0 comments

Senja Menjelang Pagi


Setiap kali aku melihat senja, aku selalu teringat padamu. Kamu selalu memuji kehangatannya, yang menurutku serupa kamu. Rona senja yang kamu suka, matahari yang perlahan berbaring di ujung cakrawala dan wajahmu yang terpukau karenanya. Aku rindu itu semua, mungkin bibir pantai bosan mendapatiku duduk sendiri dan bercerita kepada angin tentangmu.

Setiap kali aku melihat bulan, aku selalu rindu denganmu. Mengingat kamu selalu berbicara tentang bulan, dan memuji bulan sebagai penerang malam. Bingkai jendela mungkin bosan mendengar aku selalu berkeluh tentang rindu, rindu yang hanya kepadamu di sana.

Malam ini bulan purnama, laut pasang selangkah lebih tinggi di bibir pantai tempatku termenung. Kembali berkeluh kesah, kali ini bukan pada bingkai jendela. Rindu menggila yang tak kutau apa penawarnya. Hingga akhirnya aku mengeluarkan pistol dari balik jaketku, aku ingin bertemu denganmu, senjaku.

“DOR” suara pistolku memecah keheningan malam di bibir pantai sunyi. Kini langit malam perlahan memerah serupa senja yang merekah, aku tersenyum menikmatinya. Kuacuhkan bulan purnama yang meringis memegang dadanya, selongsong peluruku bersarang di sana.


 
;