Thursday, November 15, 2012 0 comments

Aku Takut Melupakanmu.

Aku takut melupakanmu,
Ketika waktu begitu cepat berlalu dan akhirnya memisahkan kita dalam garis waktu yang berbeda.
Sudah hampir berapa lama kita tidak jumpa, dan bertegur sapa.
Apakah kamu masih menjadi seseorang dengan sosok yang sama?
Apakah kamu bahagia dengan tempatmu yang baru yang akan ditemani para bidadari dan dapat memenuhi setiap permintaanmu?
Aku hanya takut melupakanmu,
Ketika kapasitasku mulai terbatas, dan ada keraguan dalam menentukan keberadaanku.
Pentingkah aku ada di dunia ini bila tanpamu?
Ingatanku begitu terbatas, tapi kenangan bersamamu begitu tak terhingga
Mungkinkah kenangan ini akan terkikis bersama jalannya usia dan waktu?
Aku hanya takut melupakanmu,
Melupakan setiap lekuk wajahmu, warna kesukaanmu, sunggingan senyummu, tangisanmu, dan juga amarahmu…
Seperti apakah bila kini kamu masih ada di sini? Apakah tetap sama seperti dahulu? Seperti yang sudah-sudah?
Aku hanya takut melupakanmu,
karena Tuhan memanggilmu terlebih dulu,
Saat aku benar-benar tidak tahu…
Aku memang pecinta kesepian,
Temanku memang kesendirian,
Tapi tanpamu aku takkan menjadi aku lagi.

Monday, October 29, 2012 0 comments

Sebatang Kenangan.

Senggurat jingga merekah di awan
Memburai indah di kelopak mata
Menguntai bahagia melalui pandang
Merekah senyum dalam keindahan

Kita berdiri di bawah pohon kenangan yang mulai merapuh
Menggenggam erat tangan yang mulai merenggang
Menatap senja yang terlihat kelam dari bola mata kita

Dalam diam, hati berontak ingin bersuara
Namun diam menjadi emas yang kita pilih

Dalam ragu, cinta terkikis oleh gamang
Membiaskan tiap jengkal rasa yang pernah terjaga
Aku menyebut cinta
Dan kamu menyebutnya sebagai rindu

Kini, dalam batas jarak, bahu kita tak lagi berpagutan
Cinta memudar termakan jarak yang menebal
Mengikis perlahan dalam diam.
Tak ada lagi wajahmu yang menari di hatiku
Yang memerah-jambukan dindingnya dengan warna cinta
Dan kini aku harus menyebutnya sebagai kenangan.
Saturday, October 20, 2012 1 comments

Jadi, apa sebenarnya?

Aku bingung,
Apa yang salah padaku?
Kenapa kau selalu saja memandangku sebelah mata?
Jika bahkan aku tau disekitarmu ada yang memiliki kebiasaan sama sepertiku, aku yakin milikku tidak lebih menarik dari orang lain.
Mungkin kau tidak pernah menengok padaku.
Bahkan untuk melirikku pun aku ragu kau pernah melakukannya padaku?
Apa yang salah padaku?
Aku menjijikan di matamu?
Apakah aku seperti sampah?
Atau kau yang tidak pernah memahami arti sebuah kehadiran dari seseorang?
Perasaanku atau hanya aku yang selalu mengagungkanmu?
Apa yang sulit dari menatap?
Jangankan menatap, mendengar pun kau tak pernah mau.
Entah apa yang ada dalam pikiranmu sehingga selalu membedakan, membandingkan
Memperlakukan dengan perlakuan yang beda.
Jika salah, koreksilah.
Jangan diam.
Karena aku tak pernah tahu salahku jika kau hanya diam.
Aku yang bodoh mengharapmu atau kau yang bodoh mengabaikanku?
Saturday, August 25, 2012 2 comments

Menyulam Kejauhan.



Aku menyebutnya 'menyulam kejauhan'. Saat aku melebarkan sekian jarak. Saat aku memilih jalan yang terjauh untuk sampai padamu. Saat keterasingan begitu lebar aku bentangkan. Saat aku menolak berbicara padamu lagi.



Senja masih sama. Keterpaduan warna yang sulit disangkal keharmonisannya. Semburat merah yang tumpah, kelabu yang melingkupinya, ungu yang tak membuat jenuh, dan kuning yang indah terpadu.



Malam masih sama. Masih tentang kegelapan yang coba dikalahkan. Dengan bintang-bintang. Dengan lampu-lampu. Dengan cahaya. Masih tentang kesunyian yang biasa. Pejaman mata. Serta mimpi-mimpi yang berterbangan di udara.



Tapi ada yang sudah berbeda, dan itu adalah kita. Kamu telah menjadi sesuatu yang lain. Seperti api yang tidak boleh disentuh jika tidak ingin terbakar dan melepuh luruh. Kamu bukan lagi air yang mengalirkan percikan-percikan menenangkan dalam rongga dadaku. Kamu telah menjelma menjadi semacam kegelisahan itu sendiri. Dan semua tak layak lagii dipelihara. Cinta yang kukira selamanya. Kisah yang kukira nyata. Ternyata semua itu tidak lebih dari sekedar fatamorgana. Ilusi-ilusi yang tak ada tapi terus kupercayai. Cintamu yang ternyata kosong dan lidahmu yang ternyata menyimpan banyak cabang.



Dan kau tahu jatuh itu sakit. Maka aku tidak layak dan tidak sudi lagi mengalami kejatuhan yang sama. Dan selamanya, yang kau tawarkan. Nyanyian-nyanyian yang kau senandungkan. Ucapan-ucapan serba tinggi tapi selalu tanpa bukti. Dering-dering yang selalu kau ulang-ulangi. Tidak lebih dari sesuatu yang kini tidak akan ada artinya lagi selain keisengan yang nyata.



Kau tahu, aku tak lagi ingin buta. Kegelapan yang kau bawa cukup sudah. Aku tidak lagi ingin menggapai-gapai ke segala arah tanpa tahu yang kutuju ternyata semu.



Dan aku memilih kediaman ini, keasingan ini. Dan kejauhan ini.



And I will make sure to keep my distance.

Say "I love you" when you're not listening.

(Christina Perri - Distance)



Kalau kau tahu rasanya kehilangan!
Saturday, August 18, 2012 0 comments

Rindu yang Mencandu.


Apakah rindu itu setelah akhirnya bertemu? Mungkin serupa tumbuh kuku. Setelah terpotong akan tumbuh lagi. Perlahan. Bertahap.


Rindu padahal sudah bertemu. Mungkin seperti tumbuh kumis pria dan tumbuh bulu ketiak wanita. Sudah dicukur tetap tumbuh lagi. Dengan waxing juga akan tumbuh kembali. Dengan laser dan elektrolisis diharap lebih tuntas. Sampai ke seluruh bikini line.

Rindu memang dibiarkan tumbuh. Tidak boleh mati. Meski kadang menjadi derita yang mendera tetap dipiara. Karena suka. Karena cinta.

Juga karena harapan. Menjadi menyakitkan kalau bertepuk sebelah tangan. Tapi banyak orang tak jera. Harapan kadang harus diimbangi kenekatan.

Perjuangan hati memang mahal. Tapi kadang dibilang bebal.
Wednesday, August 15, 2012 0 comments

Fotografer.


Aku yang mempersenjatai mata serta jariku.
Pengukir denyut nadi yang membeku.
Pelukis cahaya dengan pena-pena diafragma.
Pemuja senyum objek yang memeluk spektrum warna.
Perekam tragedi suka cita pelepas dahaga mata.
Penenun momen lembaran waktu.
Pemahat akurasi detik demi detik hingga keras membatu.
Pembakar memori dalam ruang lembaran persegi.
Peracik komposisi gerak.
Penangkap keselarasan cahaya kilat.
Pembicara dalam diam.
Pendiam dalam bicara.
Peramu kolase tawa.
Penunggu kesunyian mata dalam keriuhan telinga.
Penghuni tiap lembaran foto tanpa diriku sendiri berada di dalamnya.

-Jakarta
Sunday, August 12, 2012 1 comments

Galau Akut.

Aku harus tulis apa, Tuhan? Untuk kesekian kalinya dada ini terasa sesak. Sakit rasanya. Kepada siapa aku harus berbagi? Bolehkah aku menangisi untuk hal yang sama? Hal yang pernah terjadi satu setengah tahun lalu lamanya? Bolehkan aku jatuh ke lubang yang sama, Tuhan? Terlalu bodoh kah diriku membiarkan aku jatuh di lubang itu? Apa yang harus aku katakan? Terlalu naifkah diriku?

**

Satu setengah tahun yang lalu, Engkau memperkenalkan mereka kepadaku. Keempat lelaki yang membawa perubahan terbesar dalam hidupku. Pertama, Kau memperkenalkanku pada seorang pria yang ku sebut Pancirantang. Hahaha of course, itu panggilan samarannya. Entah kenapa, aku tak ingin ada yang mengetahui tentang dirinya. Kau pasti sudah tahu kan, Tuhan. Semua gerak-gerikku di awasi! Aku tidak bebas melakukan apa yang ku mau. Bukan. Bukan karna, aku seorang public figure. Tapi, karna.. Ah, sudahlah. Lupakan. Tanpa kutulis sekalipun, Kau pasti sudah mengetahuinya :) Benar begitu bukan? Aku mengenalnya lewat Social Media as Facebook. Hahaha Ingatanku masih cukup kuat untuk perkenalan singkat itu. Aku mencintainya, Tuhan. Hanya karna perbedaan keyakinan, aku harus melepaskannya :') Aku coba ikhlas, kalau itu yang terbaik untuk kami berdua.

**

Yang kedua, Kau perkenalkanku pada bang Tinus. Seorang yang bersahabat baik dengan Pancirantang dan sempat membantuku untuk mengutarakan perasaanku padanya :D Aneh ya.. Orang yang awalnya aku anggap sebagai abang sendiri, yang ternyata seiring berjalannya waktu, aku dan dia menjadi 'kita'. Aku (cukup) bahagia bersamanya. Terima kasih atas waktu sebulan yang Kau berikan kepada kami agar bisa bersama. Kami memilih untuk mengakhiri hubungan kami dengan sebuah kesepakatan di kala malam itu. Masih ingat bagaimana jelas, kata 'putus' itu keluar dari mulutku kita. Sungguh, itu bukan sebuah pelarian. Aku menyanyanginya. Walau kadang, aku masih teringat dengan Pancirantang :(

**

Yang ketiga, bernama Bebek. Orang yang ku sayangi sampai detik ini. Sebut saja aku belum bisa move on darinya. Toh benar begitu adanya. Kami tak pernah punya hubungan apa-apa selain bersahabat baik. Dia banyak bercerita padaku tentang dirinya, keluarganya serta tentang mantan pacar satu-satunya :') Ah, yang terakhir itu yang membuatku masih sesak setiap kali berpas-pasan dengannya di social media. Mereka menjalin kembali hubungan mereka, ketika aku dan bebek berselisih paham. Sakit? Pastinya!

**

Yang keempat bernama Dria. Aku tak yakin seberapa besar perasaanku padanya. Tapi yang ku tau, kita putus begitu saja. Tanpa ada iming-iming apapun. Bahkan aku pun tak menahannya atau sekedar mencarinya ketika kita sama-sama diam. Dan satu hal yang ku sadari, aku pernah merasakan kehilangan dirinya. Dan sesak tentunya. Karna dia menjalin hubungan dengan orang yang aku anggap sahabat. Entah bagaimana caranya mereka bisa kenal satu sama lain dan menjalin hubungan. Jujur aku menangis saat itu. Siapa yang tak sakit hati? Kalian tahu bukan bagaimana rasanya di tusuk dari belakang? Yap! Begitu lah rasanya. Suaaaakit (minta ampun)!!

**

Dalam kurun waktu kurang lebih satu setengah tahun, sudah ada empat orang lelaki yang berhasil mengambil sebagian diriku, perhatianku.. Mereka hebat!! Mereka berhasil membuat duniaku jungkir balik. Mereka membawa perubahan besar dalam hidupku. Mengajariku apa itu saling mencinta, mencintai tanpa memiliki, di cintai untuk di sakiti.. Menjadikanku selangkah lebih dewasa. Menjadi orang yang ekstra sabar dan sering menghela nafas setiap kali mengingatnya. Hebat bukan mereka? Hahaha

Tuhan, kali ini Kau hadirkan kembali dua orang lelaki yang berbeda. Sampai detik ini, aku masih berkomunikasi secara baik dengan mereka. Walau kadang, aku lebih memilih menjauh. Aku tak ingin kejadian itu terulang kembali untuk kesekian kalinya. Sungguh, aku juga sudah lelah melakukannya. Melakukan kesalahan yang sama berulang-ulang. Tapi aku harus berbuat apa? Aku bimbang. Aku gelisah. Dan aku terlalu takut. Aku takut kehilangan mereka seperti aku kehilangan empat lelaki itu. Aku berontak dalam diam, aku kesal dalam diri, aku diam dalam batin, dan aku menangis dalam kebisuan..
0 comments

Menunggu.


Berapa lama kita tak bertemu???
Berapa lama kita tak bertatap muka???
Berapa lama kita tak berbincang???
Berapa lama kita tak saling berinteraksi???

Tak harus aku yang mencari
Tapi haruskah aku hanya sekedar menunggu???
Berikanlah aku sebuah bukti


Aku dan cintaku...
hanya bisa terpaku...
Aku terbelenggu...
Kenapa kau tak kunjung tahu
Aku cintaimu..



sial, bahasaku kian merancu.
aku tidak tau apa yang kubicarakan,
aku bahkan tidak tau siapa pemilik jari ini.

aku, seperti mawar yang rontok akan durinya.
Friday, June 22, 2012 0 comments

Percakapan Dua Hati


Kepada rindu yang tergantung di langit tak bertepi, mari bersahabat dan peluk aku erat. Jadikan malam ini lebih berarti.

Jangan enggan menghampiri, buang angkuh dan rengkuh rindu. Karena kita adalah dua sisi koin usang. Ditakdirkan berpasangan.

Kepada cinta yang kita puja. Kepada hati yang beresonansi. Dan rindu yang menyelinap di sela jari. Peluk aku, sampai pagi.

Kepada gairah yang meletup. Kepada hasrat yang meredup. Dan sebaris doa yang tertangkup. Adakah hati yang terketuk?

Jika kangen adalah danau yang tenang, apakah rindu adalah ombak yang menantang?

Jika cinta adalah api yang membara, apakah kasih adalah hangat yang meraja?

Jika dendam adalah bintang yang memudar, apakah benci adalah bisa yang menular?

Jika “selamanya” adalah utopia, mengapa kita mencintai dusta?

Jika “aku mencintaimu” tak berarti, mengapa kita rela menunggu sampai buku jari memutih?

Jika harapan adalah riak yang terus bergetar, aku ingin menangkap gaungnya walau samar. Sampai hening memekakkan. Sampai jeda tak tertahankan. Sampai aksara kehilangan arti. Sampai hampa menemukan getir di lidah.

Ketika paradoks berevolusi, dan ironi adalah produk gagal masa kini. Lalu, kepada siapa menitipkan nurani?

Ketika senja dan malam bergulat dalam diam, pedang jingga cakrawala mulai menghunjam tajam. Menelikung dalam kegelapan. Hitam.

Kita bergulat dengan kata, jari saling menuding dan hati berdarah. Meleleh melalui ego yang mendidih. Berhenti di sudut jiwa yang perih. Lalu kita saling membelakangi. Meninggikan ego yang tak lagi berarti. Setelah hampa menyapa, semua sudah sia-sia. Percuma.

Mereka membicarakan tragedi. Merangkai kalimat berbunga yang terbungkus agitasi. Membungkus cinta dengan bingkai patah. Percuma. Tinggal getir yang terkecap di lidah. Maaf yang sia-sia. Cinta yang terhempas karena nafsu yang menggelora. Satu kata tersisa: Percuma.

Pertempuran dua hati. Mencoba mengikat dan dan saling memiliki. Mereka lupa konsep paling luhur. Cinta tak akan pernah hancur.

Mungkin kita tercipta untuk melengkapi. Mungkin konsep sejati hanya ilusi. Mungkin hujan adalah cinta langit kepada Bumi. Mungkin.

Sudahlah. Mungkin dua hati yang berdentum tak butuh harmoni. Kepastian itu membosankan! Kesempurnaan adalah jurang pemisah. Sudahlah.



Ps: Kepada Mr. Y, lelaki yang akhir-akhir ini hadir di tab mentionku. Terima kasih untuk tulisan yang kau torehkan di blogmu. Aku menyukainya. Seperti aku menyukai tulisanku sendiri *narsis dikit* Tengoklah sebentar timeline Twitterku. Di sana, aku menuliskan sebuah kode untukmu. Temukan dan pahami isinya :) Ada hubungannya dengan surat yg kau tulis di blogmu dan obrolan terakhir kita mengenai stra.. Ah, iya mengenai itu. Aku tak pernah mau membahas masalah itu dengan siapapun. Itu tak pernah penting di hidupku. Tak pernah terlintas faktanya. Eniwey, kita belum secara resmi berkenalan. Perkenalkan, aku Asca. Siapa namamu? Ah, tunggu sebentar. Aku sudah tau namamu. Tapi yg aku tanyakan, aku harus memanggilmu apa? Salam perkenalan dariku, Mr. Y. :')
Friday, June 15, 2012 0 comments

Seperti kita, pada suatu ketika.


Kamu datang kemarin malam. Cuma dalam mimpi, tapi seperti benar terjadi.

Mungkin kelak, pertemuan kita akan terjadi persis seperti itu. Aku dan kamu sama-sama tengah dalam sebuah bus, menempuh perjalanan menuju entah ke kota mana. Mungkin Yogya, atau Bandung. Kita berdua duduk pada kursi paling pinggir. Kursi yang bersebrangan, yang sebelah tempat orang berlalu-lalang. Lalu kita berhadapan. Entah siapa yang memulai, tiba-tiba tangan kita sudah berpegangan. Kamu lalu bercerita, tentang apa saja. Ah, seingatku, kamu mengeluh mengenai keinginanmu untuk lekas lepas dari rutinitas menjemukan itu.

Di dalam mimpi tadi malam, bus yang kita tumpangi sepi penumpang. Bukan cuma sepi, tapi sangat sepi. Hanya ada aku dan kamu. Dan mungkin, pengendara yang tak kita ketahui siapa. Aku jadi ingat apa yang pernah kita bicarakan. Katamu, pertemuan, pembicaraan, pembebasan pikiran-pikiran liar kita mengenai kehidupan, benar-benar seperti terjadi di alam mimpi. Ini bagai imajinasi, ujarmu. Karena di dunia nyata, kamu hampir tak pernah menemukan cerita seperti ini. Aku tersenyum, tepat saat kamu berkata, bahwa aku telah menarikmu masuk ke dalam duniaku.

Lalu aku mendengar kamu bertanya, setengah berbisik, mengenai aku yang tak percaya dengan kebetulan-kebetulan dalam hidup. Mengenai kekuatan luar biasa yang menggerakan setiap pertemuan.

"Kekuatan itu, berasal dari diri kita, atau sesuatu yang memang terdapat di luar dan sudah ditentukan entah sejak kapan?"

Kamu tahu kenapa bisa terjadi sebuah pertemuan? Karena ada dua orang, yang berjalan menuju titik yang sama. Tak ada yang cuma mencari, sedang yang lain hanya duduk saja menunggu. Keduanya mesti bergerak. Sama-sama mengayun langkah. Untuk kemudian berhenti di garis yang sama. Yang bersinggungan. Seperti kita, kuharap, pada suatu ketika.
Wednesday, June 6, 2012 0 comments

Perkenalkan, Creedy!

Perkenalkan, teman lama saya… Namanya Creedy. Apa artinya? Saya pun tak tahu. You tell me J.

Yang pasti, kondisi yang tak terlalu baik diawal, perbedaan pendapat tentang apa dan siapa dia, menjadikan nama Creddy cukup tepat. Krisis Identitas. Yaaa… sebut saja demikian.

Beberapa yakin bahwa dia adalah seekor anjing. Beberapa yang lain percaya ia seekor beruang. Saya sendiri entah mengapa keukeuh dia adalah seekor kuda nil (hippopotamus).

Siapa dan apapun, saya yakin dia akan setia menemani saya. Begitulah seorang teman sejati seharusnya.

Creedy berasal dari TimeZone entah cabang mana, atas modal dan usaha Bebek a.ka Lul lul, sang Mozaik yg hilang :') Terima kasih!

Creddy says hiiiii! :)



Tuesday, May 29, 2012 0 comments

Rindu Masa Lalu.



aku rindu masa lalu
saat-saat yang tak pernah terduga sebelumnya dalam hidupku
kekonyolan dan kepolosan yang menjadikan sebuah pembelajaran
bolehkah sedikit saja melirik masa lalu?
melirik mimpi yang pernah singgah
asa yang menjadi toga kehidupan
dan senyum, yang tak kan pernah pudar
masa lalu, seindah itukah dirimu?
indah, namun aku tak boleh terus terhanyut terbawa arusmu
masa depan dengan sejuta keajaiban telah menunguku
dan  mengajakku untuk pergi meninggalkanmu
Thursday, May 24, 2012 0 comments

NGACO: “BB-BLUE-SYNDROME”


Tulisan ini bener-bener gak ada maksut buat jelek-jelekin Blekberi.. Just wanna share out pengalaman selama make si BB.. Spesifiknya sih pengalaman gue pribadi yang mungkin dialamin juga sama orang lain.. Here I go!
Waktu BB baru keluar di pasaran Jakarta.. BB masi jadi barang langka di sekolah gue.. Baru segelintir orang yang make BB dan BB jadi semacam simbol buat mereka dengan gaya hidup eksklusif.. Gue yang dipaksa make BB ama bokap waktu itu sempet dapet komentar lucu dari temen gue.. “Akhirnya anak di kelas kita ada juga yang pake BB..” Waw.
Beberapa saat kemudian si BB mulai populer.. Saking populernya gue rasa pengguna BB udah bertambah 80% dari awal-awal BB keluar.. Bosen deh liat cewek-cewek cantik rambut panjang keriting bawah ngutak-ngatik BB seliweran kesana-kemari.. Yap. Pengguna BB entah kenapa waktu itu identik sama perempuan.
Lalalala.. Pengguna BB di sekolah gue makin-makin deh banyaknya.. Nggak cuma para perempuan, para lelaki juga mulai banyak yang make BB.. Gue jadi inget joke temen gue soal ciri Cowok GAUL: “Kawat gigi dan BB”. Hahahaha.. Entah dapet darimana itu kriteria.. Kesini-kesini.. Makin banyak vendor telepon selular yang ngeluarin Hp yang sejenis BB.. Dari yang Beda-agak beda-mirip sampe yang bisa dibilang jiplak.. Dan di saat inilah gue mulai agak memandang rendah si BB.. “Segitu bagusnya apah si BB..??”
Soal keuntungan pemakaian BB gak usah ditanya kali yaa.. Bagi yang sering kirim-kiriman e-mail, yang perlu akses internet mobile, yang butuh real-time news update, GPS.. Wah.. Udah paling bener deh make BB. Useful banget. Masalahnya.. Berapa persen pengguna BB yang memanfaatkan fitur-fitur BB secara maksimal..? Berapa persen yang memilih BB karena fitur-nya, bukan karena latah-pengen-keliatan-gaya..?? Jujur, setelah 3,5taun make BB baru sekarang-sekarang gue make fitur-fitur dalam BB secara maksimal.. *Yah, seenggaknya nggak cuma buat update status facebook atau ngetweet*.
BB jadi penyelamat gue kalo-kalo gue harus ngerjain tugas saat perjalanan jauh dimana gue nggak bawa laptop untuk ngetik.. *walopun berakhir dengan keram-jempol*.. BB juga mbantu banget buat notify gue tiap ada email penting yang masuk. BB juga kadang-kadang menyelamatkan gue dari jalan yang sesat.. (Baca: nyasar). Tapi dibalik segala keuntungannya.. Sebenernya ada juga hal-hal malesin terkait penggunaan BB..
1. BB Autism — yep, setuju banget kalo ada yang bilang BB bikin orang jadi autis. Saking serunya ngutak-ngatik facebook/twitter.. Orang bisa cengar-cengir, ketawa-ketawa, atau bahkan nangis bombay cuma dengan ngeliatin screen kecil.. Yang lebih parah, BB mengalihkan kita dari sosialisasi real di dunia nyata dengan menawarkan kesempatan untuk bersosialisasi lebih intens di dunia maya. *tsahh! Bahasa gue.* pengguna BB seringkali sibuk sendiri ama BB-nya ketimbang merhatiin orang-orang di sekitarnya. Poin ini mendorong gue untuk nggak sering-sering berlangganan paket BB online.. Dan berusaha untuk nggak ngutak-ngatik BB waktu gue lagi jalan ama orang lain. Gak sopan menurut gue.
2. Dari narsis jadi eksibisionis — BB memungkinkan penggunanya untuk mengakses internet apapun tujuannya.. Dari cari info, komunikasi, kirim-kiriman e-mail, gambar, video, sampe ngupload-ngupload foto yang sebenernya gak penting juga buat diupload..
Contoh A: foto-foto self-camera (moto sendiri) dengan berbagai ekspresi, pose, tema, apalahitu.. Yang jelas bukan sesuatu yang informatif.. *foto muka sndiri dengan gaya mulut dimonyong-monyongin itu gak informatif kan ya??* tapi ini masih mending kalo dibandingin ama foto-foto yang sebenernya untuk koleksi pribadi.. Yang entah gimana caranya ke-upload dengan mudahnya via BB.. Entah sengaja atau nggak.. Yaaaah, tapi urusan yang punya BB juga sih mau upload foto apaan.. Konsekuensi kan ditanggung sendiri.. Derita lo, bukan derita gue..
Contoh B: foto-foto dengan objek gak penting atau gak jelas, yang entah tujuannya untuk curcol atau pamer. Misalnya, foto tikus kejebak di ventilasi (ini gue).. Atau foto angin kenceng *macam keliatan anginnya* (ini juga gue).. Foto makanan yang bikin ngiler (maaf, ini gue lagi).… . Oke, gue emang suka upload foto gak penting macam ini.. Tapi kalo foto makanan itu termasuk review wisata kuliner kaan.. *defense mode*
Contoh C: Video. Gak usah gue jelasin lah ya video macam apa.. Yang pasti yang genre-nya “merusak image”, “merusak moral”, “merusak nafsu makan”, ampe yang “merusak masa depan”.
3. Derita BBM — nggak kayak YM yang bisa di-invisible.. BBM gak punya menu “appear offline” di pilihan statusnya.. So, menderitalah wahai kalian yang terpaksa harus meng-add orang-orang yang sebenernya nggak mau di-add jd friend tapi harus. Baik demi alasan bisnis, atau silaturahmi.. Diantaranya:
• Senior (Guru atau kakak kelas, bukan atasan baju.) : Dihubungin via telepon dan SMS aja udah bikin males, ditambah lg via BBM..? Mampuslah. Di-add, gimanaa.. Nggak di-add, lebih gimanaaa…
• Orang gak jelas : siapapun yang menurut anda nggak seharusnya ada di contact list anda, dan chat dari ybs anda kategorikan sebagai ‘ganggu’.
• Ex yang putusnya gak beres : boro-boro mau nge-add, liat real-nya aja males.. Keberadaan mereka di friendlist termasuk derita, khususnya bagi kalian yang ngarep ybs tenggelem di Laut Mati biar jadi ikan asin, dan kebetulan kalian suka ngecek “recent updates”.. Jadi mau gak mau kebaca deh si ybs lagi kenapa *karena status BBM bisa jadi ajang curcol juga* … Atau bahkan di-add pacar barunya..? Hmm.. Rasanya gue bisa mendengar teriakan-teriakan semacam “who the hell are you..?!” … Yang jelas dilema-nya sama kayak nge-add guru atau kakak kelas.. “Di-add gimanaaa, nggak di-add gimanaaaa”
Tips dari gue: Add aja dulu, kalo kira-kira ybs udah lupa, remove aja. Bahkan saking keselnya tuh aplikasi gue apus dari BB gue. Atau bahkan kalo terlanjur di instal kembali, gue nonaktifkan.
Selain keberadaan unwanted people di friendlist.. BBM juga membuat pengguna BB paling nggak pernah ditanya satu hal.. “PIN lo berapa??” … Agak merasa ditodong copet, ditanyain pin ATM.
Finally sampe juga di ujung tulisan gak penting hari ini.. BB sebagai hasil kreasi manusia pastinya ada kelebihan dan kekurangannya.. Ada manfaatnya, ada kerugiannya.. So, akan lebih baik kalau dimanfaatkan semaksimal mungkin dengan cara yang bijak.. Dan Ya, ini ucapan sok bijak gue. Ucapan hati gue yang sebenernya:
“Meeeeennn.. Banyak banget yang make BB.. Udah kek kacang goreng aja nih gak ada eksklusif-eksklusifnya.. Dan apa ini orang-orang di friendlist BBM gue..?? Blahh..! Gue butuh Hp baru..! Dan alhasil punyalah gue Hp baru!”
0 comments

4 Years, 4 Seasons


I had been living with insecure feeling for the last two years..
Dua tahun ke belakang adalah dua tahun paling badai dalam hidup gue. Bukan badai lagi, menurut gue itu udah gonjang-ganjing tingkat dewa.. Ritme hidup hancur-lebur, fluktuatif gak bisa diprediksi. Seneng, sedih, takut, kesal, fallen in love, broken heart, ababil, skeptis.. Segala jenis emosi yang mungkin dirasain seorang manusia gue rapel dalam satu paket super-intensif selama dua tahun belakangan. Satu tahun intensif + satu tahun recovery.
Tanpa membahas tentang detailnya, gue baru aja membuka ‘buku hidup’ gue dan secara otomatis ter-flashback ke waktu-waktu yang gue ‘baca’ dari buku itu. Supaya nggak kaget, gue ‘baca’ dari empat tahun lalu.. Kurang lebih, beginilah sinopsisnya:
» 4 years ago: ‘tulisan’ dalam ‘buku’ gue didominasi warna-warna cerah. I can feel the confidence and the overflowing energy from this part. Seolah gak pernah cape, semua hal tertulis detail sampai hal-hal yang terkecil sekalipun. So much things about trust written in this part.. A bit naïve actually.. Dan entah kenapa gue kebayang ladang bunga matahari.
» 3 years ago: di bagian ini 80% ‘tulisan’ masih didominasi warna-warna cerah. Kalo diibaratin sama musim, bagian ini kayak musim panas yang mau bergeser ke musim semi.. The energetic feeling turn calmer veeery slooowwwlyyy… Ladang yang tadinya penuh sama bunga matahari, sekarang berganti vegetasi jadi penuh sama bunga geranium warna-warni dan sedikit lavender..
» 2 years ago: this is the most chaotic part on this ‘book’. Gue nyaris gak bisa ‘baca’ hal-hal apa yang ‘tertulis’ di bagian ini.. Semua yang ‘ketulis’ di tahun itu tumpang tindih satu sama lain, sampe-sampe gue sendiri gak berani ngambil kesimpulan tunggal atas satu kejadian.. Macam jaring laba-laba, ketarik satu, robek semua. Hal-hal berbau energik gak lagi terasa di bagian ini.. Boro-boro energik, kebanyakan mellow kali. Most of those feelings were learned in this years. Dari excited ampe males.
Ibaratnya di ladang bunga geranium warna-warni dan lavender tadi tiba-tiba numbuh mawar warna-warni.. Tapi terus hancur karena cuaca buruk dan yang kesisa cuma batang-batang mawar yang banyak durinya.. Spring change into Fall extremely fast.. There was also the heavy-storms during the transition between those two seasons.
» 1 year ago: persis cuaca pasca badai, tepatnya pasca lewatnya tornado.. Suasana mellow nan mengharu-biru *apalah bahasa gue* berasa dominan di bagian ini.. Sama kayak tahun sebelumnya, cuma sedikit ‘tulisan’ yang bisa di’baca’.. Bedanya, di tahun sebelumnya terlalu banyak ‘tulisan’ yang tumpangtindih satu sama lain. Sedangkan di tahun ini gak banyak hal yang ‘ditulis’. Mellow-isme berubah jadi skeptisisme.. Dan skeptisisme gue di bagian ini udah kayak di game-game.. “Level complete”. Ampe mentok, ampe ketemu raja terakhir.
Kayak musim gugur yang berubah jadi musim dingin.. The decreasing of humidity let nothing grows. Si ladang bunga yang hancur berantakan berubah jadi lahan tandus yang mulai beku.. I was welcoming Winter.
Skeptisisme yang gue ibaratkan dengan musim salju berlangsung cukup lama. Cynical thoughts, distrust, inhuman, skeptic.. Simply insecure. But to stay or to move on is a choice.. And I was moving. Freakingly slow, but sure. Karena menurut gue proses yang berkualitas akan memakan waktu yang lama, gak bisa buru-buru. Istilahnya kayak kalo kena lem tikus, makin rusuh geraknya, makin lengketlah kita.. Dan yang paling penting, proses itu berakhir sekitar sebulan yang lalu.
Sejak tiga bulan yang lalu gue berasa ‘lulus’ dari rangkaian program intensif gue.. No more pain, no longer feel insecure. Hal-hal yang gue anggap bikin kesel, gue akalin secara logis..
• Don’t like somebody? —> just forget that I know him/her.
• Awkward relationship between friends due to some problems in the past? —> just pretend nothing ever happened between us.
• Someone not treating me well? —> introspection, if it doesn’t work.. Leave them. I believe that with/without them will brings no difference. I’ll succeed anyway.
• Feeling unhappy? —> being grateful. Just believe that I have my own happiness.. It may different from others but it does exist.
Kayak yang dibilangin seorang temen ke gue.. “You try to leave your past..” Hell yeah, I’m leaving my past..
Well, si tanah beku udah mulai cair, si lahan tandus mulai subur, si ladang kering kerontang sekarang mulai ditumbuhin bunga-bunga Dandelion lengkap dengan bibit-bibit bunga yang terbang-terbang kena angin.. Berita bagusnya, bunga-bunga liar punya mekanisme pertahanan yang lebih bagus daripada bunga biasa. Dan gue sekarang bisa ngomong…..
“I WAS living with insecure feeling.”
0 comments

freakolog

“angin cuma semerbak karena cinta”
selentingan ini terdengar cukup bodoh ditelingaku
apakah tidak ada yang kasihan kepada lebah
yang telah susah payah menghisap sari bunga
hingga menjadi harum,
dan setauku mereka tidak rebutan satu bunga

karena cinta memang bukan bunga
tidak dikerumuni dan bersemi semusim
meski bunga sering dikamuflasekan kepada orang yang mabuk cinta,
padahal bunga itu dapat layu
jadi apa cintanya seperti itu

bunga itu milik pohon ..
siapa yang berani merebutnya coba !
(lebah pun sadar)
namun kenapa semua orang rakus merampasnya
untuk kemudian mati, sialan !
sudah jelas ada cinta yang bukan milik siapa-siapa
juga mungkin,
cinta itu bisa abadi

demi setiap pohon yang meranggas sedih
juga bunga layu yang kehilangan madu
sesungguhnya ini semua lebih indah
daripada cinta yang terlalu mandraguna
akibat semu tak terlihat,
bunga lebih berharga dari sekedar ungkapan cinta

belum pernah ada bunga yang berbohong
tentang ragam warna dan wanginya
memang tidak ada makhluk merasa tertipu kan
beda dengan cinta selalu penuh muslihat
hanya untuk merabanya saja

hebatnya lagi, pencipta cipta bunga dengan cinta
mana ada lagi orang yang bisa?
walaupun kata-kata nya dibalik (mencipta cinta dengan bunga)
ya kan !
disejarah semesta pun takkan ada

fikirku cinta hanya rahasia alam pada perempuan
biar supaya ada yang bercinta lagi nanti
lagi pula lebah jadi terlalu keenakan
mengisap semerbak yang tak berkelamin
(pun lebah tak bisa memiliki)
Sunday, May 20, 2012 0 comments

Sekali-kali, ingatlah aku.


Sekali-kali, ingatlah aku.
Jangan saat kamu senang, akan tetapi saat kamu sedih. Karena saat kamu sedih, aku tampak lebih jelas dalam ingatanmu. Dan semoga ingatan yang muncul adalah tentang aku yang tidak pernah mau membiarkanmu sedih. Ingatlah cara-caraku dulu untuk membuatmu tertawa. Dengan begitu, mungkin kamu akan tertawa juga.

Sekali-kali, ingatlah aku.
Saat kamu kesepian, merasa sendiri, atau saat dunia sedang tidak bersahabat denganmu. Dengan begitu, aku harap kamu tau bahwa aku selalu ada di sana. Menemanimu. Di sudut hati, ah bukan, sudut otakmu maksudku. Karena aku dan kamu sama-sama tau, aku tidak pernah ada di hatimu. Tidak apa. Yang jelas, kamu tau aku selalu ada di sudut otakmu, meringkuk dan menunggu untuk diingat.

Sekali-kali, ingatlah aku.
Saat kamu sedang menatap bulan, kemungkinan besar aku sedang menatap bulan yang sama denganmu. Atau malah, aku sudah ada di bulan! Mengawasi bumi dari sana ditemani seekor penguin yang kuculik dari igloonya. Bukankah menyenangkan berpikir bahwa di bulan ada aku hidup bersama penguin? Sehingga tiap kamu menatap bulan, kamu tau kamu tidak sendiri. Ada aku dan penguinku.

Sekali-kali, ingatlah aku.
Itu saja.
0 comments

Detak.


ini hanya jarum jam
yang gelisah dikerjai malam
sudah berlari tapi tak juga sampai
padahal sepi semakin ramai

sepasang tangan menggenggam
sesekali hilang yang kanan
memutar-mutar bibir gelas yang mengering
lalu kembali pada layar yang melayu
semua sudah mulai mencapai lelah
waktu semakin dihakimi
jam pun menunduk

bibir gelas kini basah
ada tetesan dari dasar mata
menggantung lama hingga akhirnya lepas
terjun ke dasar permukaan gelas
yang telah kering dari sejam yang lalu

detak semakin keras
isi kepala pun nyaris terlepas
semua mata tertuju pada jarum jam
"ini suaraku"
dari dalam jantung
Published with Blogger-droid v1.6.8
Wednesday, May 9, 2012 0 comments

Hanya Bisa Diam.



Ketika aku mencoba bicara
disaat itu lah cinta akhirnya menyakitimu..
Dan aku sadar, bicara tidak lah bijak...

Saat aku hanya bisa diam,
ketika itu juga lah cintamu sudah semakin jauh..
Lalu aku pun sadar, diam membuatku terlambat...

Jika aku harus melupakannya,
Biarkan terlupa hanya kepada rasa sakitnya...
Tidak kepada bahagianya
Tidak untuk kebaikannya...

Jika aku harus mengakhirinya,
Biarkan berakhir hanya tentang kepedihannya..
Tidak kepada keceriaannya
Tidak untuk keramahannya...

Dan biarkan yang mati adalah perasaanku,
Bukan kenangan yang seharusnya menghargaiku lebih...
Biarkan cerita ini tertutup dengan baik,
Tentang aku dan sebuah nama di dalam hati...

Sesal itu adalah sebuah pelajaran
Aku ikhlaskan dan semua akan baik-baik saja...
Karena aku percaya,






Yang terbaik yang akan menjadi akhir dari cerita ini...
Published with Blogger-droid v1.6.8
Wednesday, May 2, 2012 0 comments
Bahagia yang sederhana adalah bahagia yang dipikirkan.


Bahagia yang dipikirkan adalah bahagia yang rumit.


Maka pembicaraan ini adalah pembicaraan yang rumit karena topiknya adalah bahagia yang sederhana, namun terlalu dipikirkan sehingga pada akhirnya ternyata tidaklah menjadi sederhana, bahkan kelewat rumit. Karena terlalu dipikirkan.


Masalahnya adalah di sini tidak ada pembicaraan apa pun karena saya bicara sendiri, entah apa ada yang mendengarkan.



Uh-oh life.
Monday, April 30, 2012 0 comments

Angka-angka Kehidupan.

Phew...
Numerologi adalah salah satu ilmu yang saya tidak kuasai dengan baik..
I always have a problem with numbers, kepala langsung pusing-pusing tiap dihadapkan dengan deretan angka yang komplikatif.
Mungkin saya kerap berpura-pura tidak piawai menghitung terutama disaat harus mengakumulasi angka-angka tagihan yang harus saya bayar tiap bulannya, hehehe..

Tapi menarik apabila kita mengenal sejarah angka dan variasinya.
Mulai dari bilangan prima, genap, ganjil, sampai ke deret fibonacci.
Belum lagi rumus-rumus ajaib yang hanya bisa membuat saya geleng-geleng kepala.



Nama-nama besar dibalik sejarah angka, hingga ke tokoh-tokoh terkenal yang menguasai numerologi dengan baik.
Sebut saja fibonacci (1-1-2-3-5-8-13-21), aritmatika (saya lupa spelling namanya), phytagoras, julius caesar (ingat bukan bahwa kalender tercipta atas dasar perhitungan angka juga??!!), dan banyak lainnya... (maaf apabila infonya tidak lengkap, maklum saya tidak ahli dalam numerik).


Akhir-akhir ini saya tengah tertarik dengan ilmu meramal melalui angka kelahiran kita yang di akumulasi.
Kalian pasti sudah awam dengan coretan rumus (D+M+Y)
*D=Day ; M=Month ; Y=Year


Ambil saya sebagai contoh, saya lahir 29 April (04) 1996
= 29041996
= 2+9+0+4+1+9+9+6
= 40
= 4+0
= 4



Jadi angka 4 adalah tolak ukur kehidupan saya, which i don't really like, saya hanya tidak suka angka itu.
Tidak puas saya pun mencari ramalan numerologi lainnya, seperti angka usia adalah nasib sepanjang tahun.


Tahun ini saya 16, rumusnya sama 1+6=7.
Kali ini pun saya puas, karena 7 adalah angka favorit saya
, hahahaha...



Namun artinya tiap tahun mood saya bisa berubah-ubah tergantung usia saya. Berarti tidak ada ilmu yang pasti mengenai angka.
PHEWWW... Pretty exhausting!!

Saya gemar melakukan ilmu "ibarat" dalam hidup saya...
Kaitannya dengan angka adalah seperti ini...
Apabila rintangan dalam hidup saya ibarat ANGKA BESERTA RUMUS-RUMUSNYA, maka jelas inilah ujian terberat dalam hidup saya.
Saya lemah dalam berhitung dan berjumpa sapa dengan angka-angka, mereka seakan-akan hanya tengah menari-nari didalam otak saya.

Maka "LASKAR PELANGI" menginspirasi saya untuk termotivasi tanpa alat bantu, yang saya tangkap dari film itu, tokoh LINTANG tidak butuh kalkulator ataupun secarik kertas dan pena.
Dia hadapi ujian hidupnya dengan keyakinan teguh, FAITH.
Cukup menarik napas dalam-dalam, fokus (bila perlu pejamkan mata), biarkan imajinasimu menyatu dengan otak, berkomunikasi dengan hati, dan teguhkan pendirian bahwa kamu pasti bisa mendapatkan jawabannya.
Semua tetap dilakukan tanpa lupa dengan formula yang telah ditetapkan.

And VOILA.... Lagi-lagi kamu mampu menghadapi ujian lain dalam hidupmu...

Saya memang akan bertambah tua, satu angka lagi berubah dalam usia saya.
Ujian dalam hidup saya datang beruntun... Terus tiada henti....

Tapi saya tahu saya tidak perlu kalkulator ataupun secarik kertas
dan pena...
Yang saya butuhkan hanya keteguhan hati, FAITH, keyakinan bahwa saya MAMPU....

Happy Birthday to me, being 16th years old is a good thing!!!!!!!!!
Yaaaaayyyyyyyy..... 

Terima kasih Tuhan, untuk sekali lagi membiarkanku melewati tanggal 29 dengan wajah bahagia yang berlebihan yang mungkin mengganggu pemandanganMu dari atas sana..

Aku bahagia!!!!! Sesederhana itu aku mendeskripsikan kadoMu.. Mendengar tawa riuh mereka yang berkata “SELAMAT BERUMUR 16!” dengan do'a-do'a dan pesan yang merujuk pada satu muara.. ”berharap aku selalu bahagia”

16! sudah lewat dari 14 untuk bermanja-manja.. Tapi rasanya aku masih butuh di arahkan, sekali, dua kali, sering kali..

Sudah lewat masanya aku memesan hadiah pada papa.. Tapi beliau masih saja bertanya “mau kado apa?”
Dan mama, sudah tidak mungkin lagi untuk di repotkan memesan kue dan membayar tagihannya..

16! Rasanya aneh dan tidak biasa..
Monday, April 23, 2012 0 comments

Bener - bener Random!



Dearest Blog...

I just want to tell you, its very unfair. Like a stuck road. I was draw and write everything, then i broke the paper. Draw again and erase, and repeat it. I don't know is it mean i'm in love again or not. hahaha, very shay to say that. But i saw the eyes who told me "be calm, everythings gonna be right". Sometime its told me "hey, you're a good girl, so  dont  be afraid.." and its really make me no worry, then i feel better. I wont this feel walked more than this. now is comfortable enough for me. hahaha, this is curhat tergalau i ever made! hahahaha. Thanks to be best place to share, who not judge or hate me and always stay when i need. 





With my pleasure, with my english which very very not good..
Thanks a lot my dearest blog. =')
Saturday, April 21, 2012 1 comments

Sampai Waktunya Nanti...


Udara yang mencoba masuk ke paru-paruku mendadak tercekat. Ada segumpal tangis tertahan yang menghambat lajunya. Entah, tiba-tiba datang begitu saja.

Aku mencoba menerka. Kupikir rindu sebabnya. Bukan sekadar rindu bertemu. Tapi rindu akan tawa dan keceriaan kita dulu.

Sudah cukup lama kamu mempersilakanku duduk di singgasana yang ternyata adalah bangku roller coaster. Peganganku terkadang goyah. Namun aku tak cukup bodoh untuk nekat melompat keluar dan membiarkan diriku mati begitu saja.

Aku akan bertahan. Mencoba berpegang pada apa yang bisa kujadikan pegangan. Sampai akhirnya nanti kau sendiri yang mempersilakanku turun dari sana. Atau menghentikan laju wahananya…
Monday, April 16, 2012 0 comments

Maaf, aku manusia biasa.



Jika kata Krisdayanti aku wanita biasa, itu benar. Selain wanita biasa, aku juga seorang manusia biasa yang berusaha menjalani hidup ini sebaik mungkin, sehingga tidak memberikan penyesalan di akhirat nanti.

Aku manusia biasa yang tak bisa tampil sempurna selamanya, seperti aku biasanya. Ada kalanya aku marah, kesal, bahkan sedikit iri dan dengki (dan sekarang aku sedang belajar meminimalisir semua sifat-sifat itu). Aku manusia biasa di mana sifat dasar manusia ada dan melekat padaku.

Aku manusia biasa di mana gudangnya salah dan berkeluh kesah. Maafkan aku jika ada sikap, ucap, tindak, dan lakuku yang menyinggung dan menyakiti perasaan kalian semua (sungguh, tak ada niat dari hatiku untuk berbuat begitu).

Aku manusia biasa yang kuat dan selalu bersemangat,tetapi dalam hitungan menit aku bisa menjadi manusia yang rapuh dan Lemah.

Ya, semuanya karena aku manusia biasa!


Ps : Kepada bapak-bapak yang tadi pagi saya klakson ketika menghadangi jalan saya, saya minta maaf.  Sungguh saya telah bersalah mengklakson bapak yang sedang berjualan untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga. Tadi sebelum berangkat, saya sedikit kesal sama adik saya, makanya ketika bapak menghadangi jalan saya, saya langsung membunyikan klakson saya. Saya tahu mungkin bapak tidak membaca tulisan ini, tapi tulus saya minta maaf. Semoga besok kita bertemu lagi dan saya bisa menyampaikan permintaan maaf saya.
Monday, April 9, 2012 0 comments

Mozaik yang Hilang


Cerita nggak selalu happy ending kan? Permasalahan dalam hidup juga nggak melulu harus selesai dengan solusi kan? Beberapa hal kadang kubiarkan terputus, berakhir dengan tanya, selesai tanpa kesimpulan. Ini salah satu ceritaku yang kubikin berakhir menggantung dan aku nggak menyesalinya.

Dulu aku punya teman cowok. Awalnya kami tidak begitu dekat. Dia baik, maka kubalas baik. Sampai akhirnya dia memilihku sebagai partnernya dalam sebuah proyek perlombaan photography yang membutuhkan kerja sama tim.

Ah, inilah pertama kali aku menyadari bahwa dia ternyata nyaman denganku. Dari sekian banyak temannya, kenapa aku yang dipilih? Toh, kami nggak punya hobi, kebiasaan, dan tujuan yang sama.

Hm, diam-diam aku bahagia. "Aku punya teman baru", batinku. Selama berkawan, dia tampak begitu berbeda dengan teman-temanku yang lain. Melihat dia, aku seperti melihat diriku sendiri. Kami punya selera obrolan dan musik yang sama, kami sinis pada hal yang sama, kami antusias pada sesuatu yang sama. Aku merasa klop, happy, bahkan kami nggak pernah marahan. Kalau pun itu terjadi, tidak berlangsung dalam kurun waktu lebih dari tiga menit. Berani taruhan?

Saat orang lain menganggap aku aneh dan keluar track, dia jadi satu-satunya orang yang paham dengan jalan yang kutempuh. Dia idealis, dia pintar, dia ontime, dia perencana yang baik, dia unik, dia kukuh hati, dia kaku, dia pemarah, dia humoris, dia gaul, dan dia lebih tua dariku.

Seiring berjalannya waktu, tiba-tiba sikapnya berubah padaku. Tanpa sebab. Mulanya aku nggak merasakannya. Lama-lama, perubahan sikapnya sangat jelas. Dia nggak membalas candaanku. Huh, sakit rasanya. Seperti dikacangin. Hal paling ekstrem adalah saat kumintai tolong, dia tegas menolak.

Dia lebih banyak diam jika bersama denganku. Aku yang nggak habis pikir dengan sikapnya, mau nggak mau ikutan diam jika lagi bersamanya. Alhasil, kami seperti orang yang sedang marahan, tapi nggak ada sebabnya.

Akhirnya, dia yang pekerja keras itu berhasil mendapatkan pekerjaan setelah sekian tahun menganggur. Dia menjadi tambah jauh, bahkan sangat jauh. Sepertinya dia mulai sibuk dengan rutinitasnya sekarang. Dan aku mengerti. Tidak ada lagi telpon berdering di tengah malam, tidak ada lagi gelak tawa, tidak ada lagi suara petikan gitar sebagai pengantar tidur. Dan tidak ada lagi sms yang berisikan "Kebeb". Ah.. Aku rindu semuanya. Nggak ada perpisahan di antara kami. Nggak ada jabat tangan, peluk, bahkan saling harap kelak masing-masing akan sukses pun nggak ada.

Aku memang nggak menangis. Aku bahkan ragu apakah aku sedih saat dia sudah nggak ada lagi di depan mataku. Tapi yang jelas, melihat dia jauh, perasaanku aneh. Seperti ada mozaik yang terlepas dari hidupku.
Bagaimanapun, dia pernah dekat dengan keseharianku. Dia pernah dengan tulus membantuku. Kebodohan terbesarku adalah nggak bertanya kenapa akhirnya dia bersikap kebalikan padaku. Mungkin karena aku diliputi rasa marah dan tersinggung padanya.

Perpisahan sudah terjadi. Sekali lagi aku nggak menyesal dengan semua ini. Biarlah cerita pertemanan kami berjalan seaneh ini. Aku tetap menyimpan nomornya di HP untuk sesekali bertanya kabar dia di sana. Aku juga masih berteman di FB barangkali kami bisa saling chat saat kebetulan ketemu di dunia maya. Seandainya dia nggak merespon SMS dan chatku, aku nggak akan sakit hati karena kami sudah nggak sedekat dulu. Tapi aku berdoa dengan tulus semoga dia benar-benar meraih impiannya. Hm, impian yang dulu sempat dia ceritakan padaku dengan renyah dan sambil tertawa lebar.
 
;