Monday, April 30, 2012 0 comments

Angka-angka Kehidupan.

Phew...
Numerologi adalah salah satu ilmu yang saya tidak kuasai dengan baik..
I always have a problem with numbers, kepala langsung pusing-pusing tiap dihadapkan dengan deretan angka yang komplikatif.
Mungkin saya kerap berpura-pura tidak piawai menghitung terutama disaat harus mengakumulasi angka-angka tagihan yang harus saya bayar tiap bulannya, hehehe..

Tapi menarik apabila kita mengenal sejarah angka dan variasinya.
Mulai dari bilangan prima, genap, ganjil, sampai ke deret fibonacci.
Belum lagi rumus-rumus ajaib yang hanya bisa membuat saya geleng-geleng kepala.



Nama-nama besar dibalik sejarah angka, hingga ke tokoh-tokoh terkenal yang menguasai numerologi dengan baik.
Sebut saja fibonacci (1-1-2-3-5-8-13-21), aritmatika (saya lupa spelling namanya), phytagoras, julius caesar (ingat bukan bahwa kalender tercipta atas dasar perhitungan angka juga??!!), dan banyak lainnya... (maaf apabila infonya tidak lengkap, maklum saya tidak ahli dalam numerik).


Akhir-akhir ini saya tengah tertarik dengan ilmu meramal melalui angka kelahiran kita yang di akumulasi.
Kalian pasti sudah awam dengan coretan rumus (D+M+Y)
*D=Day ; M=Month ; Y=Year


Ambil saya sebagai contoh, saya lahir 29 April (04) 1996
= 29041996
= 2+9+0+4+1+9+9+6
= 40
= 4+0
= 4



Jadi angka 4 adalah tolak ukur kehidupan saya, which i don't really like, saya hanya tidak suka angka itu.
Tidak puas saya pun mencari ramalan numerologi lainnya, seperti angka usia adalah nasib sepanjang tahun.


Tahun ini saya 16, rumusnya sama 1+6=7.
Kali ini pun saya puas, karena 7 adalah angka favorit saya
, hahahaha...



Namun artinya tiap tahun mood saya bisa berubah-ubah tergantung usia saya. Berarti tidak ada ilmu yang pasti mengenai angka.
PHEWWW... Pretty exhausting!!

Saya gemar melakukan ilmu "ibarat" dalam hidup saya...
Kaitannya dengan angka adalah seperti ini...
Apabila rintangan dalam hidup saya ibarat ANGKA BESERTA RUMUS-RUMUSNYA, maka jelas inilah ujian terberat dalam hidup saya.
Saya lemah dalam berhitung dan berjumpa sapa dengan angka-angka, mereka seakan-akan hanya tengah menari-nari didalam otak saya.

Maka "LASKAR PELANGI" menginspirasi saya untuk termotivasi tanpa alat bantu, yang saya tangkap dari film itu, tokoh LINTANG tidak butuh kalkulator ataupun secarik kertas dan pena.
Dia hadapi ujian hidupnya dengan keyakinan teguh, FAITH.
Cukup menarik napas dalam-dalam, fokus (bila perlu pejamkan mata), biarkan imajinasimu menyatu dengan otak, berkomunikasi dengan hati, dan teguhkan pendirian bahwa kamu pasti bisa mendapatkan jawabannya.
Semua tetap dilakukan tanpa lupa dengan formula yang telah ditetapkan.

And VOILA.... Lagi-lagi kamu mampu menghadapi ujian lain dalam hidupmu...

Saya memang akan bertambah tua, satu angka lagi berubah dalam usia saya.
Ujian dalam hidup saya datang beruntun... Terus tiada henti....

Tapi saya tahu saya tidak perlu kalkulator ataupun secarik kertas
dan pena...
Yang saya butuhkan hanya keteguhan hati, FAITH, keyakinan bahwa saya MAMPU....

Happy Birthday to me, being 16th years old is a good thing!!!!!!!!!
Yaaaaayyyyyyyy..... 

Terima kasih Tuhan, untuk sekali lagi membiarkanku melewati tanggal 29 dengan wajah bahagia yang berlebihan yang mungkin mengganggu pemandanganMu dari atas sana..

Aku bahagia!!!!! Sesederhana itu aku mendeskripsikan kadoMu.. Mendengar tawa riuh mereka yang berkata “SELAMAT BERUMUR 16!” dengan do'a-do'a dan pesan yang merujuk pada satu muara.. ”berharap aku selalu bahagia”

16! sudah lewat dari 14 untuk bermanja-manja.. Tapi rasanya aku masih butuh di arahkan, sekali, dua kali, sering kali..

Sudah lewat masanya aku memesan hadiah pada papa.. Tapi beliau masih saja bertanya “mau kado apa?”
Dan mama, sudah tidak mungkin lagi untuk di repotkan memesan kue dan membayar tagihannya..

16! Rasanya aneh dan tidak biasa..
Monday, April 23, 2012 0 comments

Bener - bener Random!



Dearest Blog...

I just want to tell you, its very unfair. Like a stuck road. I was draw and write everything, then i broke the paper. Draw again and erase, and repeat it. I don't know is it mean i'm in love again or not. hahaha, very shay to say that. But i saw the eyes who told me "be calm, everythings gonna be right". Sometime its told me "hey, you're a good girl, so  dont  be afraid.." and its really make me no worry, then i feel better. I wont this feel walked more than this. now is comfortable enough for me. hahaha, this is curhat tergalau i ever made! hahahaha. Thanks to be best place to share, who not judge or hate me and always stay when i need. 





With my pleasure, with my english which very very not good..
Thanks a lot my dearest blog. =')
Saturday, April 21, 2012 1 comments

Sampai Waktunya Nanti...


Udara yang mencoba masuk ke paru-paruku mendadak tercekat. Ada segumpal tangis tertahan yang menghambat lajunya. Entah, tiba-tiba datang begitu saja.

Aku mencoba menerka. Kupikir rindu sebabnya. Bukan sekadar rindu bertemu. Tapi rindu akan tawa dan keceriaan kita dulu.

Sudah cukup lama kamu mempersilakanku duduk di singgasana yang ternyata adalah bangku roller coaster. Peganganku terkadang goyah. Namun aku tak cukup bodoh untuk nekat melompat keluar dan membiarkan diriku mati begitu saja.

Aku akan bertahan. Mencoba berpegang pada apa yang bisa kujadikan pegangan. Sampai akhirnya nanti kau sendiri yang mempersilakanku turun dari sana. Atau menghentikan laju wahananya…
Monday, April 16, 2012 0 comments

Maaf, aku manusia biasa.



Jika kata Krisdayanti aku wanita biasa, itu benar. Selain wanita biasa, aku juga seorang manusia biasa yang berusaha menjalani hidup ini sebaik mungkin, sehingga tidak memberikan penyesalan di akhirat nanti.

Aku manusia biasa yang tak bisa tampil sempurna selamanya, seperti aku biasanya. Ada kalanya aku marah, kesal, bahkan sedikit iri dan dengki (dan sekarang aku sedang belajar meminimalisir semua sifat-sifat itu). Aku manusia biasa di mana sifat dasar manusia ada dan melekat padaku.

Aku manusia biasa di mana gudangnya salah dan berkeluh kesah. Maafkan aku jika ada sikap, ucap, tindak, dan lakuku yang menyinggung dan menyakiti perasaan kalian semua (sungguh, tak ada niat dari hatiku untuk berbuat begitu).

Aku manusia biasa yang kuat dan selalu bersemangat,tetapi dalam hitungan menit aku bisa menjadi manusia yang rapuh dan Lemah.

Ya, semuanya karena aku manusia biasa!


Ps : Kepada bapak-bapak yang tadi pagi saya klakson ketika menghadangi jalan saya, saya minta maaf.  Sungguh saya telah bersalah mengklakson bapak yang sedang berjualan untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga. Tadi sebelum berangkat, saya sedikit kesal sama adik saya, makanya ketika bapak menghadangi jalan saya, saya langsung membunyikan klakson saya. Saya tahu mungkin bapak tidak membaca tulisan ini, tapi tulus saya minta maaf. Semoga besok kita bertemu lagi dan saya bisa menyampaikan permintaan maaf saya.
Monday, April 9, 2012 0 comments

Mozaik yang Hilang


Cerita nggak selalu happy ending kan? Permasalahan dalam hidup juga nggak melulu harus selesai dengan solusi kan? Beberapa hal kadang kubiarkan terputus, berakhir dengan tanya, selesai tanpa kesimpulan. Ini salah satu ceritaku yang kubikin berakhir menggantung dan aku nggak menyesalinya.

Dulu aku punya teman cowok. Awalnya kami tidak begitu dekat. Dia baik, maka kubalas baik. Sampai akhirnya dia memilihku sebagai partnernya dalam sebuah proyek perlombaan photography yang membutuhkan kerja sama tim.

Ah, inilah pertama kali aku menyadari bahwa dia ternyata nyaman denganku. Dari sekian banyak temannya, kenapa aku yang dipilih? Toh, kami nggak punya hobi, kebiasaan, dan tujuan yang sama.

Hm, diam-diam aku bahagia. "Aku punya teman baru", batinku. Selama berkawan, dia tampak begitu berbeda dengan teman-temanku yang lain. Melihat dia, aku seperti melihat diriku sendiri. Kami punya selera obrolan dan musik yang sama, kami sinis pada hal yang sama, kami antusias pada sesuatu yang sama. Aku merasa klop, happy, bahkan kami nggak pernah marahan. Kalau pun itu terjadi, tidak berlangsung dalam kurun waktu lebih dari tiga menit. Berani taruhan?

Saat orang lain menganggap aku aneh dan keluar track, dia jadi satu-satunya orang yang paham dengan jalan yang kutempuh. Dia idealis, dia pintar, dia ontime, dia perencana yang baik, dia unik, dia kukuh hati, dia kaku, dia pemarah, dia humoris, dia gaul, dan dia lebih tua dariku.

Seiring berjalannya waktu, tiba-tiba sikapnya berubah padaku. Tanpa sebab. Mulanya aku nggak merasakannya. Lama-lama, perubahan sikapnya sangat jelas. Dia nggak membalas candaanku. Huh, sakit rasanya. Seperti dikacangin. Hal paling ekstrem adalah saat kumintai tolong, dia tegas menolak.

Dia lebih banyak diam jika bersama denganku. Aku yang nggak habis pikir dengan sikapnya, mau nggak mau ikutan diam jika lagi bersamanya. Alhasil, kami seperti orang yang sedang marahan, tapi nggak ada sebabnya.

Akhirnya, dia yang pekerja keras itu berhasil mendapatkan pekerjaan setelah sekian tahun menganggur. Dia menjadi tambah jauh, bahkan sangat jauh. Sepertinya dia mulai sibuk dengan rutinitasnya sekarang. Dan aku mengerti. Tidak ada lagi telpon berdering di tengah malam, tidak ada lagi gelak tawa, tidak ada lagi suara petikan gitar sebagai pengantar tidur. Dan tidak ada lagi sms yang berisikan "Kebeb". Ah.. Aku rindu semuanya. Nggak ada perpisahan di antara kami. Nggak ada jabat tangan, peluk, bahkan saling harap kelak masing-masing akan sukses pun nggak ada.

Aku memang nggak menangis. Aku bahkan ragu apakah aku sedih saat dia sudah nggak ada lagi di depan mataku. Tapi yang jelas, melihat dia jauh, perasaanku aneh. Seperti ada mozaik yang terlepas dari hidupku.
Bagaimanapun, dia pernah dekat dengan keseharianku. Dia pernah dengan tulus membantuku. Kebodohan terbesarku adalah nggak bertanya kenapa akhirnya dia bersikap kebalikan padaku. Mungkin karena aku diliputi rasa marah dan tersinggung padanya.

Perpisahan sudah terjadi. Sekali lagi aku nggak menyesal dengan semua ini. Biarlah cerita pertemanan kami berjalan seaneh ini. Aku tetap menyimpan nomornya di HP untuk sesekali bertanya kabar dia di sana. Aku juga masih berteman di FB barangkali kami bisa saling chat saat kebetulan ketemu di dunia maya. Seandainya dia nggak merespon SMS dan chatku, aku nggak akan sakit hati karena kami sudah nggak sedekat dulu. Tapi aku berdoa dengan tulus semoga dia benar-benar meraih impiannya. Hm, impian yang dulu sempat dia ceritakan padaku dengan renyah dan sambil tertawa lebar.
Saturday, April 7, 2012 0 comments

Pra Menstruation Sh*tdrome


Today should be rewarded as the most cry-able day of the month. Let's start with this unrecruited morning, I histerically didn't sleep one day full- and felt there's something wrong with my stomach. It hurt like hell! I firstly think that it was a poopy sign from my abstract tummy, but then i realized that hell, this is the time. Please welcome my Pre Menstruation Sh*tdrome. I'll become more likely a beautiful evil for this week then :)

 What then? Yeah, in my way to school, Alhamdulillah I got tempat duduk in busway -__-" which is actually so difficult to get a seat in busway. so, lucky me. But not that lucky when I tried to call my friends to woke them up, I called them like a million times, and none of them even answered. Start to bite my ownseeeellllllffff.

 By then I decided to wait for my friends in Seven Eleven, which is located near my school. There, i found soooo bloody much Junior High School students lagi nongkrong. But, as I still had like an hour before my TOEFL test and extracurricular, I recklessly pull myself in. And here is the phenomenon. I took a cup of hot chocolate and some snacks, paid them in cashier, got a seat indoor, sat in the seat, put my bag on the table....... but ups, I instantly touch my hot chocolate aaaaaaaand, THEY SPILLED!! What makes it more horrible is when a lil of my HOT chocolate touch one of those Junior High School students' uniform! And almost everyone look at my stupid face. Oh God. And tolong ya, I don't even taste my Hot Choco yet T_____T

 And now, here i am, writing in the middle of my sleepy creepy face, and baru sadar kalo ini tuh ternyata malem minggu. Hi ya lovely readers, enjoy your saturday night yaaaa! :)


 A full of straight face girl.
 Oh, kidding.
 
;