Wednesday, October 5, 2011
Hari ku tidak pernah istimewa, berjalan terlalu lama dengan deretan angka angka yang menjemukan, berita berita yang terlalu mengurusi dunia dan seakan otakku dipaksa membesar untuk menangkap itu semua..seperti yang kukatakan, hidupku di lintasan balap, berpacu dengan sepatu sepatu mengkilap dan stiletto yang siap menginjak jika aku tak bergerak cepat..
Bukankah sudah kukatakan, ceritaku menjemukan…
Aku tidak lebih dari remaja yang kegirangan saat mendapatkan ijin menyetir pertama ketika aku melihat waktu yang beranjak, matahari yang dijemput paksa oleh senja..hadiahku adalah kamu..
Aku selalu menunggu ceritamu, merekam bagaimana kau mengatakannya, dengan suara yg kadang gaduh dan tawa tawa kecil, kebiasaanmu yg selalu datang dgn perut yg lapar, melihatmu cuma manggut manggut ketika aku mulai berceloteh panjang lebar tentang kesehatan, sesungguhnya aku tidak kesal, bagaimana mungkin aku kesal pada hadiahku…
Dan ketika kau menggenggam jemariku, rasanya tidak salah..walau terlihat kulitku yang pucat ataukah kau yg menggelap, tidaklah penting karena aku ingin begitu, seterusnya…
Dan lagu lagu yang kau nyanyikan itu, ya…aku mendengarnya beberapa dari papa :) tapi tak apalah, aku tak butuh pacar yg bisa bernyanyi lagu jaman sekarang, apa saja…darimu..aku tertawa..
Kemudian kita akan membekali diri kita dgn pelukan yg erat, berharap itu bisa membunuh rindu yang akan datang esok, tapi rinduku terlalu kurang ajar, sedetik saja kita berlawanan arah, aku dikerjai habis habisan olehnya, tak apalah….aku pun menikmatinya…
Kita baru saja memulai, menduga duga akan semesta yg berkonspirasi, aku benci menyebutnya kebetulan, tapi kau dan aku memang dua orang asing yang dipertemukan…
Seterusnya…semesta itu jahat, sayang…mereka mungkin menghadiahkan pertemuan, tapi mereka juga akan menguji dengan perpisahan…
Seterusnya…ketika kita mulai berselisih paham, otak yg penat dan kesabaran yg terkikis..
Seterusnya…ingatlah bagaimana kita saling merengkuh, menyembuhkan diri dari kehilangan, merelakan, dan memeluk untuk rasa aman, ingatlah bagaimana tawamu dan ceritamu adalah hadiah untukku..
Dan ketika, mungkin ada saatnya dimana kita, aku ataupun kamu, putus asa, lambungkan kembali rasa, ingatlah bagaimana kita saling menunggu dan memacu rindu, bertahanlah…
Kita mencintai dari awal, memulai, menduga duga, jatuh begitu saja, seterusnya….
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment