**
Satu setengah tahun yang lalu, Engkau memperkenalkan mereka kepadaku. Keempat lelaki yang membawa perubahan terbesar dalam hidupku. Pertama, Kau memperkenalkanku pada seorang pria yang ku sebut Pancirantang. Hahaha of course, itu panggilan samarannya. Entah kenapa, aku tak ingin ada yang mengetahui tentang dirinya. Kau pasti sudah tahu kan, Tuhan. Semua gerak-gerikku di awasi! Aku tidak bebas melakukan apa yang ku mau. Bukan. Bukan karna, aku seorang public figure. Tapi, karna.. Ah, sudahlah. Lupakan. Tanpa kutulis sekalipun, Kau pasti sudah mengetahuinya :) Benar begitu bukan? Aku mengenalnya lewat Social Media as Facebook. Hahaha Ingatanku masih cukup kuat untuk perkenalan singkat itu. Aku mencintainya, Tuhan. Hanya karna perbedaan keyakinan, aku harus melepaskannya :') Aku coba ikhlas, kalau itu yang terbaik untuk kami berdua.
Yang kedua, Kau perkenalkanku pada bang Tinus. Seorang yang bersahabat baik dengan Pancirantang dan sempat membantuku untuk mengutarakan perasaanku padanya :D Aneh ya.. Orang yang awalnya aku anggap sebagai abang sendiri, yang ternyata seiring berjalannya waktu, aku dan dia menjadi 'kita'. Aku (cukup) bahagia bersamanya. Terima kasih atas waktu sebulan yang Kau berikan kepada kami agar bisa bersama. Kami memilih untuk mengakhiri hubungan kami dengan sebuah kesepakatan di kala malam itu. Masih ingat bagaimana jelas, kata 'putus' itu keluar dari mulutku kita. Sungguh, itu bukan sebuah pelarian. Aku menyanyanginya. Walau kadang, aku masih teringat dengan Pancirantang :(
**
Yang kedua, Kau perkenalkanku pada bang Tinus. Seorang yang bersahabat baik dengan Pancirantang dan sempat membantuku untuk mengutarakan perasaanku padanya :D Aneh ya.. Orang yang awalnya aku anggap sebagai abang sendiri, yang ternyata seiring berjalannya waktu, aku dan dia menjadi 'kita'. Aku (cukup) bahagia bersamanya. Terima kasih atas waktu sebulan yang Kau berikan kepada kami agar bisa bersama. Kami memilih untuk mengakhiri hubungan kami dengan sebuah kesepakatan di kala malam itu. Masih ingat bagaimana jelas, kata 'putus' itu keluar dari mulut
**
Yang ketiga, bernama Bebek. Orang yang ku sayangi sampai detik ini. Sebut saja aku belum bisa move on darinya. Toh benar begitu adanya. Kami tak pernah punya hubungan apa-apa selain bersahabat baik. Dia banyak bercerita padaku tentang dirinya, keluarganya serta tentang mantan pacar satu-satunya :') Ah, yang terakhir itu yang membuatku masih sesak setiap kali berpas-pasan dengannya di social media. Mereka menjalin kembali hubungan mereka, ketika aku dan bebek berselisih paham. Sakit? Pastinya!
**
Yang keempat bernama Dria. Aku tak yakin seberapa besar perasaanku padanya. Tapi yang ku tau, kita putus begitu saja. Tanpa ada iming-iming apapun. Bahkan aku pun tak menahannya atau sekedar mencarinya ketika kita sama-sama diam. Dan satu hal yang ku sadari, aku pernah merasakan kehilangan dirinya. Dan sesak tentunya. Karna dia menjalin hubungan dengan orang yang aku anggap sahabat. Entah bagaimana caranya mereka bisa kenal satu sama lain dan menjalin hubungan. Jujur aku menangis saat itu. Siapa yang tak sakit hati? Kalian tahu bukan bagaimana rasanya di tusuk dari belakang? Yap! Begitu lah rasanya. Suaaaakit (minta ampun)!!
**
Dalam kurun waktu kurang lebih satu setengah tahun, sudah ada empat orang lelaki yang berhasil mengambil sebagian diriku, perhatianku.. Mereka hebat!! Mereka berhasil membuat duniaku jungkir balik. Mereka membawa perubahan besar dalam hidupku. Mengajariku apa itu saling mencinta, mencintai tanpa memiliki, di cintai untuk di sakiti.. Menjadikanku selangkah lebih dewasa. Menjadi orang yang ekstra sabar dan sering menghela nafas setiap kali mengingatnya. Hebat bukan mereka? Hahaha
Tuhan, kali ini Kau hadirkan kembali dua orang lelaki yang berbeda. Sampai detik ini, aku masih berkomunikasi secara baik dengan mereka. Walau kadang, aku lebih memilih menjauh. Aku tak ingin kejadian itu terulang kembali untuk kesekian kalinya. Sungguh, aku juga sudah lelah melakukannya. Melakukan kesalahan yang sama berulang-ulang. Tapi aku harus berbuat apa? Aku bimbang. Aku gelisah. Dan aku terlalu takut. Aku takut kehilangan mereka seperti aku kehilangan empat lelaki itu. Aku berontak dalam diam, aku kesal dalam diri, aku diam dalam batin, dan aku menangis dalam kebisuan..

1 comment:
Karena aku seorang fotografer...aku suka !!!
Post a Comment