Bahagia yang sederhana adalah bahagia yang dipikirkan.
Bahagia yang dipikirkan adalah bahagia yang rumit.
Maka pembicaraan ini adalah pembicaraan yang rumit karena topiknya
adalah bahagia yang sederhana, namun terlalu dipikirkan sehingga pada
akhirnya ternyata tidaklah menjadi sederhana, bahkan kelewat rumit.
Karena terlalu dipikirkan.
Masalahnya adalah di sini tidak ada pembicaraan apa pun karena saya bicara sendiri, entah apa ada yang mendengarkan.
Uh-oh life.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment