Wednesday, January 11, 2012
Bolehkan Aku Mengeluh?
Tuhan, bolehkah aku mengeluh?
Atas malam yang berat yang baru saja kulalui dengan amat lambat. Sendirian dalam kamar gelap. Dan menahan tangis semalaman.
Tuhan, bolehkah aku mengeluh?
Atas pagi yang melelahkan. Mood bahagia settingan yang tiba-tiba hilang. Dan air mata yang tak terbendung kapan.
Masih bolehkah aku mengeluh?
atas siang dan sore yang berjalan pelan. Campuran perasaan yang tak karuan. Beban pekerjaan sekolah yang tak kunjung usai meski telah lewat delapan jam.
Aku masih ingin mengeluh.
Atas perjalanan panjang pulang ke rumah. Hujan deras menghajar. Macet yang tak biasanya ada. Rasa dingin menyerang di seputar pergelangan tangan.
Aku mengeluh sekali lagi, boleh kan, Tuhan?
Atas rasa lelahku yang belum usai. Dan datang tanpa pemberitahuan.
Tapi, malam itu aku berpikir ulang. Ku baca ayat-ayat suci dari Al Qur'an. Dan aku tenang. Tersadar. Keluhanku akan terus keluar karena aku tak kunjung diam.
Seharusnya aku melontarkan pertanyaan yang berbeda.
Pantaskah aku mengeluh, Tuhan?
Pantasnya, aku tidak sama sekali melontarkan keluhan.
Tuhan, tolong aku di maafkan.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment