Wednesday, January 25, 2012

Jarak


Ketika jarak menjadi penyebab, aku nelangsa. Ketika jarak menjadi penghalang, aku tidak bergeming. Pada detik - detik yang bersamaan, kita akan berada di dua benua yang berbeda. Mengejar apa yang sudah di pertaruhkan untuk masa depan. Apakah kita aku dapat bertahan?

Tetapi, sepertinya kamu pun tidak acuh terhadap semua ini. Entah, apa alasan -alasan di balik tindakanmu. Hanya kamu dan diri-Nya yang mengetahuinya. Kamu kepada semesta, dan aku kepada bisikan waktu.

Lelah, ketika apa yang telah aku perjuangkan menjadi nihil. Tidak ada hasil. Bagaimana denganmu? Ah, pasti kamu terlalu sibuk dengan urusan - urusanmu, sehingga tidak ada kesempatan untuk memikirkannya.

Aku takut, karena dengan kembalinya sang jarak yang pernah terbentang di antara kita maka akan membiarkan sang jarak yang mengacaukan segalanya.

Aku selalu yakin, bahwa aku dan kamu akan menjadi satu, jika Sang Khalik berkenan kepada kita berdua. Jika tidak, memang adanya jarak yang menjadi kenyataan di antara aku dan kamu.






AAMS

No comments:

Post a Comment

 
;