Ini adalah sepetik cerita singkat dengan papa di sela-sela beliau yang sibuk, betapa kurang ajarnya saya.. Ngakunya dewasa.. Tapi begitu gundah sedikit.. Langsung mencari-cari papa..
Tetiba saya mengetik tanda ":)" dan mengirimnya ke papa, tanpa mengindahkan jam jam sibuk beliau yang mungkin sedang rapat atau berpikir berat, betapa egoisnya saya..
Dengan secepat kilat beliau membalas : sudah makan kak? Rasanya seperti sesak, dada saya di pukul tumpah ruah, dua hari ini sangat berat.. Mungkin beliau tahu tanpa harus saya ceritakan, bukankah saya ini bagian dari DNA beliau..
Papa : forgetting and forgiving that’s only way to make a peace.. Even there’s no sorry
I did papa *saya berkilah
No.. you don’t even start, yet
Maafkan untuk ketidakmampuan kita, teman kita, keluarga kita, menjadi sesuatu yang kita inginkan, melakukan sesuatu yang tidak kita suka, karena di sisi mereka pun, mereka sedang mencoba untuk memaafkan semua ketidakmampuan kita.
"Melupakan untuk kekurangan, dan mengingat segala kebaikan.."
Saya ke toilet, hanya untuk sekedar cuci muka dan ngaca, ” forgive even there’s no sorry”
Memaafkan untuk ketidakmampuan.. Mengingat segala kebaikan.. :)
Terlebih memaafkan diri sendiri :)

No comments:
Post a Comment